SDN Nefosaka Beri Tambahan Jam Belajar Untuk Siswa/i Kelas 6

Kota Kupang, Suara Flobamora.Com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nefosaka, Kelurahan Fatukoa, Kec. Maulafa, Kota Kupang, Provinsi NTT akan memberikan tambahan jam belajar bagi siswa/i kelas 6 secara gratis untuk persiapan menghadapi ujian akhir.

Demikian dikatakan Kepala Sekolah SDN Nefosaka, Magroni Triyanus Nomleni, S.Pd kepada tim media ini ketika diwawancarai pada Rabu (8/12/23).
“Untuk persiapkan anak-anak kelas 6 dalam menghadapi ujian akhir tahun ajaran 2023/2024 nanti, SDN Nefosaka akan memberikan tambahan jam belajar selama 1 jam,” ungkap Nomleni.

Ia menjelaskan, jika sebelumya siswa/i kelas 6 pulang sekolah sesuai jadwal normal pada Pukul 12.15 WITA, maka akan diberi tambahan sekitar 1 jam belajar. “Tambahan j belajar usai jam sekolah normal. Jadi siswa-siswi kelas 6 akan lanjut belajar dan pulang sekitar Pukul 13.30 Wita,” rincinya.

Menurut Nomleni, pemberian tambahan jam belajar untuk siswa/i jelas 6 tersebut telah disosialisasikan kepada. Orangtua siswa/i. “ini sudah disosialisasikan kepada orangtua melalui Komite Sekolah,” ujarnya.

Mengenai target kelulusan siswa/I SDN Nefosaka, Nomleni optimis siswa/I kelas 2 yang berjumlah 12 orang akan lulus 100 persen. “Target kelulusan 100 persen. Itu target utama. Ada 12 orang siswa/i di kelas 6 sehingga kita harapkan semuanya lulus dengan nilai yang baik,” harapnya.

Menurut Nomleni, rata-rata orangtua siswa/I adalah petani. “Sehingga anak-anak sering bantu orangtua ke kebun. Jadi selain ada tambahan jam belajar di sekolah, ada kontrol dari orangtua agar anak juga dapat belajar di rumah,” ujarnya.

Nomleni juga meminta partisipasi aktif dari orangtua siswa/I untuk memperhatikan waktu belajar anak saat di rumah. “Harapan kami, orangtua bisa pantau anak-anaknya di rumah. Harus ada waktu untuk mereka belajar. Minimal ada waktu 1-2 jam untuk anak belajar di rumah,” pintanya.

Mengenai pelaksanaan ujian akhir sekolah secara online, Nomleni mengatakan, pihaknya masih menunggu kebijakan dan arahan dari Dinas Pendidikan Kota Kupang. Namun pihaknya berupaya mempersiapkan siswa/I kelas 6 agar tidak kaget saat menghadapi ujian akhir nanti jika dilakukan secara online.

Untuk mempersiapkan anak-anak menghadapi ujian online, pada saat ujian sekolah nanti, pihaknya akan melatih siswa/I kelas 6 untuk mengikuti ujian secara online. “Kita gunakan google form untuk latih anak-anak hadapi kemungkinan ujian online. Dengan begitu kita harapkan anak-anak sudah terbiasa,” harapnya.

Walaupun jaringan internet di lokasi sekolah kurang bagus, jelasnya, pihaknya telah mengadakan Wifi Orbit Telkomsel (Wifi mobile Telkomsel, red) untuk memperkuat jaringan internet. “Kami harus adakan alat ini karena jaringan internet di areal sekolah kurang bagus,” kata Nomleni.

Namun karena keterbatasan laptop, maka siswa-siswi akan mengikuti ujian sekolah dengan menggunakan Hand Phone (HP). “Karena kita menggunakan google form maka dokumennya ringan sehingga bisa dibuka dengaan HP,” kata nomleni.

Jika ujian nasional nanti menggunakan aplikasi maka pihaknya harus menumpang laboratorium dan laptop pada sekolah lain yang terdekat. “Kalau ujian akhir tahun 2023/2024 ini menggunakan aplikasi maka kami akan minta untuk pakai fasilitas SD GMIT Naioni,” ujar Nomleni.

Seperti disaksikan tim media ini, SDN Nefosaka, Fatokoa terletak dipinggiran Kawasan Hutan Negara Fatukoa. Sekolah yang terletak di pinggir Selatan Kota Kupang ini memangg kesulitan mendapatkan akses internet.
Sekolah yang mulai dirintis pembangunannya sekitar tahun 2009.

Namun seperti disaksikan tim media ini, SDN Nefosaka belum memiliki fasilitas belajar mengajar yang lengkap dan memadai. Sekolah ini memiliki 6 ruang kelas, ruang Tata Usaha dan Kepala Sekolah. Memiliki 1 ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

SDN Nefosaka belum memilki MCK yang layak. MCK yang digunakan siswa/I dan para guru/pegawai ada 2 unit. Namun keduanya adalah MCK darurat yang dibangun dari sumbangan orangtua siswa/I melalui Komite Sekolah.
Sekolah ini memiliki 1 unit sumur gali sebagai sumber air. Sumur ini juga dilengkapi dengan pompa air. Sumber listrik dari PLN.

Halaman SDN Nefosaka masih cukup luas. Walaupun hanya dipadatkan dengan sirtu putih, namun tidak berlumpur saat musim hujan. Halaman ini digunakan untuk upacara bendera dan apel pagi. (ian/tim)

Komentar Anda?