Pemkab Kupang Terlantarkan Arena Pacuan Kuda Babau

Oelamasi, Suara Flobamora.Com – Pemerintah Kabupaten tidak merawat alias menelantarkan Arena Pacuan Kuda Gelora Lifubatu. Arena yang dikenal dengan nama Pacuan Kuda Babau Kupang tersebut kini menjadi padang pengembalaan ternak dan kebun jagung.

Seperti disaksikan tim media ini pada Kamis, 24/02/2022 sore, arena pacuan kuda tersebut telah dipagar. Pagar tembok dari batu batako dengan tingginya sekitar 2 meter itu mengelilingi arena yang memiliki luas sekitar 20 Ha tersebut.

Di gerbang masuk arena, terlihat bangunan Pos Jaga (berwarna kuning) dan pintu gerbang (coklat) yang masih dalam kondisi bagus. Namun patung kuda yang menjadi ikon arena tersebut tampak rusak. Kaki depan sebelah kiri dari patung kuda tersebut telah patah. Yang terlihat hanya sebatang besi beton berdiameter sekitar 8 mm.

Sementara itu, huruf A di kata LIFUBATU pada nama GELORA LIFUBATU yang dicetak dari beton di gerbang masuk itu tampak telah hilang entah kemana. Sehingga yang tampak hanya GELORA LIFUB…TU.

Ketika memasuki pintu gerbang tersebut, tim wartawan langsung dihadang genangan air berlumpur tebal. Genangan air berlumpur sekitar 200 meter itu membentang dari timur ke barat. Tinggi genangan air mencapai 30 cm. Sementara ketebalan lumpur mencapai sekitar 15 cm. Tampak juga seekor kuda jantan berbulu coklat diikat di dalam genangan tersebut. Sementara kotoran kuda dan sapi terlihat bertebaran di dalam genangan air  berlumpur itu.

Akibat genangan air berlumpur tebal itu, sepeda motor yang dikendarai tim wartawan terpaksa diparkir tepat di tengah pintu masuk arena pacuan itu. Untuk menyebrangi genangan itu, tim wartawan harus menyusun bebatuan sebagai pijakan kaki.

Setelah menyebrangi genangan itu, tampak jelas papan pembatas lintasan pacuan kuda tersebut ada yang patah, rusak dan lapuk. Terlihat rumput, semak belukar dan pohon duri tumbuh sporadis di dalam arena pacuan.

Di bagian timur arena itu, terlihat puluhan ekor hewan berupa sapi ongole, sapi bali dan kuda sedang digembalakan oleh seorang peternak. Tampak pula kebun jagung siap panen di sebelah timur dan barat arena pacuan tersebut.

Sekitar 50 meter dari pintu masuk, terllihat bangunan tribun. Namun tembok penyanggah bagian belakang triibun telah roboh seluruhnya. Ketika melihat lebih dekat, ternyata beberapa lembar seng bagian timur dari tribun tersebut telah copot diterpa angin.

Tempat duduk di tribun yang dipasangi keramik berwarna putih awan dan coklat tampak retak, pecah dan terlepas. Hampir di seluruh sisi ditumbuhi rumput dan belukar.

Tepat di belakang tribun itu, terdapat dua unit MCK yang tampak tak terurus. Tak ada jalan menuju MCK tersebut karena dikelilingi genangan air berlumpur setinggi betis orang dewasa.

Sekitar 50 meter dari arah timur tribun, terlihat 1 unit sumur bor dilengkapi 1 tandon viber. Tandon berwarna kuning itu berkapasitas sekitar 1.200 liter. Ada 2 kran air di lokasi itu. Di sebelah viber terdapat pula 1 unit MCK bercat putih. Bangunan tersebut tampak belum lama selesai dibangun. Sekitar satu jam berada di dalam arena pacuan kuda itu, tim wartawan kemudian meninggalkan lokasi tersebut. (sf/tim)