Polkam  

‘Membelot’ di Pilgub, Kader Hanura Akan Dipecat

Kupang, suara-flobamora.com – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) NTT telah bekerja maksimal untuk memenangkan Paket Gubernur-Wakil Gubernur NTT No. 4, Victory Joss (Victor Laiskodat – Joseph Nai Soi) menjadi Gubernur-Wakil Gubernur NTT tahun 2018-2023. Oleh karena itu, jika ada kader Partai Hanura yang terbukti ‘membelot’ maka akan diberi sanksi tegas hingga dipecat dari keanggotaan partai.

IMG-20180613-WA0007
Demikian dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura NTT, Refafi Gah kepada suara-flobamora.com di Sekretariat DPD Partai Hanura NTT, pekan lalu. “Seluruh komponen partai Hanura NTT telah bekerja secara ‘All Out’ dengan menggunakan semua kekuatan dan komponen partai untuk memenangkan Paket Victory Joss menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT pada Pilgub 27 Juni 2018 yang tinggal beberapa hari lagi. Jika ada kader partai yang terbukti ‘membelot’ maka kami akan mengambil tindakan tegas hingga pemecatan dari keanggotaan Partai Hanura,” tandas Refafi.

Tidak hanya itu, Refafi juga menegaskan, bila ada anggota DPRD dari Partai Hanura yang terbukti ‘membelot’ maka pihaknya juga akan mengambil tindakan tegas. “Jika ada anggota Dewan Partai Hanura di Propinsi maupun kabupaten kota yang ‘membelot’ dan bekerja untuk cagub/cawagub lain maka sudah pasti akan dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) dan tidak akan dimasukan dalam daftar caleg (calon legislative 2019, red,” ujarnya.

Menurut Refafi, Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) telah menginstruksikan kepada seluruh komponen partai untuk bekerja keras memenangkan Paket Victory Joss dalam Pilgub NTT. “Dan kami sebagai ketua DPD yang selama ini telah bekerja keras dan menginstruksikan kepada semua jajaran partai, baik dari DPD, DPC, ranting sampai ke anak ranting untuk bekerja keras memenangkan Victory Joss. Apabila ada Ketua DPC yang melenceng, atau mengambil sikap yang bertentangan dengan Ketua Umum maka sanksinya adalah dicopot dari Ketua DPC,” tegasnya.

Sanksi tegas, lanjut Refafi, juga akan diberikan kepada kader Partai Hanura yang duduk dalam struktur keanggotaan partai. “Semua kader baik dari DPRD Provins sampai ke kota/kabupaten wajib bekerja keras untuk memenangkan Victory Joss. Apabila ada kader partai yang terbukti bekerja untuk paket lain dan kami memiliki bukti keterlibatannya maka yang bersangkutan tidak akan dimasukan dalam daftar caleg. Itulah sanksinya,” katanya.

Refafi menjelaskan, pihaknya telah bekerja maksimal dengan seluruh kekuatan dan komponen Partai Hanura. “Kami tidak neko-neko untuk mendapatkan dukungan financial tapi kami bekerja keras dengan semua kekuatan yang ada pada kami. Karena itu, saya harap tidak ada satupun kader partai yang berkhianat. Berkhianat resikonya dipecat,” tegasnya.

Refafi berharap masyarakat NTT dapat memilih pemimpin yang punya komitmen untuk membangun NTT. “Kita tidak sedang memilih pemimpin suku atau pemimpin agama tapi kita memilih pemimpin yang dapat membawa perubahan dan kemajuan bagi NTT. NTT tidak butuh pemimpin yang biasa-biasa-biasa saja tapi NTT butuh pemimpin yang luar biasa. Dan itu ada pada Victory Joss,” ujarnya. (sf/ian)